Jumat, 14 Februari 2014

Kahlil Gibran

"Puisi bukanlah pendapat yang dinyatakan. Ia adalah lagu yang muncul daripada luka yang berdarah atau mulut yang tersenyum".

Kahlil Gibran

Kamis, 11 Maret 2010

I'm Coming My Blog

Enam bulan sudah ternyata saya vakum dari dunia perinternetan, dunia maya yang terkadang melenakan kita, apa karena pada kenyataannya bahwa dunia nyata lebih rumit untuk diterjemahkan? sehingga kita terkadang lebih nyaman bergelut dengan dunia maya...mungkin...

Ada beberapa faktor kenapa di rumah sempat Off internetnya (kesannya ada yang nanya, kenapa kok lama ga pernah OL lagi?...hehehe, padahal ga ada yang peduli juga saya mau OL kek, enggak kek, whatever kata mereka...hiks.. miris aja) ya diantaranya karena :

1. Menghilangnya job sebagai konsultan di salah satu web. Intinya si web di suspend dan 'ngga tau tuh gimana lagi kelanjutannya.

2. Ada yang hilang ada juga yang datang, Alhamdulillah job menghilang, anugerah terindah datang, kado dari Allah untuk kita dengan memberikan kepercayaan ke 2 untuk saya dan suami agar menjadi orangtua panutan bagi anak-anak kami. Judulnya "Pram Mau Punya Adik".

3. Terlena Facebook pastinya. Jujur iyalah saya juga pada awalnya termasuk salah satu orang yang pernah terlena dengan Facebook. Maklum bisa ketemu lagi dengan banyak teman dari masa lalu, yang penuh dengan kenangan dan terciptanya cerita manis...bahkan cerita yang lebih manis rasanya dari gulali. Rasanya ingin mencicipi gulali itu lagi, tetapi rasanya cukup hanya mengenang dan membayangkan saat-saat gulali itu meleleh di lidah dan manisnya terasa sampai sekarang sudah cukup, karena waktu tidak dapat di ulang kembali. Walau sudah terguyur rasa asin dan pahit sekalipun, rasa gulali itu masih bisa terkenang rasa manisnya.

Akhirnyaaaaaaaa OL lagi di rumah yang pasti rasanya kangen banget ngeblog walau tulisannya ga ada yang nunggu juga hehehe, makanya bersyukur banget kalau sampai ada yang baca LENTERA BUNDA, jadi malu....

Biar sudah mau punya anak 2, masih bolehkan bermimpi....mimpi jadi penulis sekeren Andrea Hirata.

Sabtu, 18 Juli 2009

Pergi Tanpa Pram

"Bunda...Bunda...Ipank mau ikut Bunda...." Jerit Pram ketika tahu Bundanya kali ini pergi tanpa mengajaknya.
"Ipank mau pulang..Ipank mau ama Bunda...Ipank mau ikut Bunda" Hiks lagi-lagi seakan teriris. Pram di bawa Ibu pergi ke warung supaya Pram berhenti menangis. Tetapi suaranya tetap melengking menyayat hati di pagi hari. Ibu cuma berpesan "Biar saja menangis sekarang, lama-lama nanti terbiasa juga"...mungkin saya juga yang terlalu cengeng dan ga' tega melihat Pram menangis histeris.

Baru kali ini saya harus pergi tanpa Pram, karena ada rapat HIMPAUDI, ga mungkin kan Pram di ajak....ternyata eh ternyata di sana ada 2 nak kecil juga yang di bawa orangtuanya. Hiks itulah yang buat saya jadi tambah sedih dan tambah merasa bersalah sama Pram. Coba tadi Pram di bawa, pasti saya ga akan merasa teriris seperti tadi.

Rasanya membuncah rindu ini, pada sosok kecil yang kata orang mirip sekali dengan saya, baik wajah, sifat dan sikapnya hehehe.

I just want to say I love you full Pram hahahahaha