Jumat, 14 Maret 2014

Penyair

"Penyair adalah orang yang tidak bahagia, karena betapa pun tinggi jiwa mereka, mereka tetap diselubungi airmata".

"Penyair adalah raja yang tak bertakhta, yang duduk di dalam abu istananya dan coba membangun khayalan daripada abu itu".

"Penyair adalah burung yang membawa keajaiban. Dia lari dari kerajaan syurga lalu tiba di dunia ini untuk berkicau semerdu-merdunya dengan suara bergetar. Bila kita tidak memahaminya dengan cinta di hati, dia akan kembali mengepakkan sayapnya lalu terbang kembali ke negeri asalnya".

Kahlil Gibran

Jumat, 14 Februari 2014

Kahlil Gibran

"Puisi bukanlah pendapat yang dinyatakan. Ia adalah lagu yang muncul daripada luka yang berdarah atau mulut yang tersenyum".

Kahlil Gibran

Kamis, 11 Maret 2010

I'm Coming My Blog

Enam bulan sudah ternyata saya vakum dari dunia perinternetan, dunia maya yang terkadang melenakan kita, apa karena pada kenyataannya bahwa dunia nyata lebih rumit untuk diterjemahkan? sehingga kita terkadang lebih nyaman bergelut dengan dunia maya...mungkin...

Ada beberapa faktor kenapa di rumah sempat Off internetnya (kesannya ada yang nanya, kenapa kok lama ga pernah OL lagi?...hehehe, padahal ga ada yang peduli juga saya mau OL kek, enggak kek, whatever kata mereka...hiks.. miris aja) ya diantaranya karena :

1. Menghilangnya job sebagai konsultan di salah satu web. Intinya si web di suspend dan 'ngga tau tuh gimana lagi kelanjutannya.

2. Ada yang hilang ada juga yang datang, Alhamdulillah job menghilang, anugerah terindah datang, kado dari Allah untuk kita dengan memberikan kepercayaan ke 2 untuk saya dan suami agar menjadi orangtua panutan bagi anak-anak kami. Judulnya "Pram Mau Punya Adik".

3. Terlena Facebook pastinya. Jujur iyalah saya juga pada awalnya termasuk salah satu orang yang pernah terlena dengan Facebook. Maklum bisa ketemu lagi dengan banyak teman dari masa lalu, yang penuh dengan kenangan dan terciptanya cerita manis...bahkan cerita yang lebih manis rasanya dari gulali. Rasanya ingin mencicipi gulali itu lagi, tetapi rasanya cukup hanya mengenang dan membayangkan saat-saat gulali itu meleleh di lidah dan manisnya terasa sampai sekarang sudah cukup, karena waktu tidak dapat di ulang kembali. Walau sudah terguyur rasa asin dan pahit sekalipun, rasa gulali itu masih bisa terkenang rasa manisnya.

Akhirnyaaaaaaaa OL lagi di rumah yang pasti rasanya kangen banget ngeblog walau tulisannya ga ada yang nunggu juga hehehe, makanya bersyukur banget kalau sampai ada yang baca LENTERA BUNDA, jadi malu....

Biar sudah mau punya anak 2, masih bolehkan bermimpi....mimpi jadi penulis sekeren Andrea Hirata.